Perbedaan Rumput Odot Dengan Rumput Gajah, Harus Teliti!

Perbedaan odot dan rumput gajah umumnya memiliki beberapa ciri, baik secara fisik atau kandungan nutrisinya. Hijauan pakan menjadi faktor krusial dalam pengembangan usaha peternakan, terutama untuk ternak ruminansia. Hijauan tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan, produksi, reproduksi, dan kesehatan ternak. Kendala yang muncul dalam pengembangan usaha peternakan adalah ketersediaan hijauan pakan yang tidak memadai, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memastikan ketersediaan hijauan pakan yang memadai dan dapat dijamin kelangsungannya. Salah satu langkah yang perlu diambil adalah menjaga, meningkatkan produksi, serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan hijauan pakan.

perbedaan rumput odot dengan rumput gajah

Perbedaan rumput gajah dan odot terletak pada klasifikasinya, di mana rumput gajah termasuk dalam kategori soilage atau rumput yang dipotong, sedangkan rumput odot masuk ke dalam kategori pasture atau rumput untuk pemakanan langsung oleh ternak. Perbedaan rumput odot dengan rumput gajah pada klasifikasi soilage dan grazing didasarkan pada tinggi tanaman, dengan rata-rata tinggi tanaman rumput odot mencapai 125 cm, sementara rumput gajah dapat tumbuh hingga ketinggian 3-4 meter.

Baca juga: Cara Pemberian Rumput Odot Untuk Kelinci

Meskipun rumput odot termasuk dalam kategori rumput grazing, namun dapat juga dijadikan sebagai rumput potong, begitu juga sebaliknya untuk rumput gajah. Dari berbagai varietas Rumput Gajah yang ditemukan di Indonesia, salah satunya adalah Pennisetum purpureum Schumach & Thonn, sementara varietas yang kurang dikenal adalah rumput gajah dwarf atau odot (Pennisetum purpureum cv. Mott).

Berikut perbedaan rumput gajah dan rumput odot:

Ciri-ciri rumput odot meliputi:

  • Ketinggian tanaman rata-rata mencapai 125 cm.
  • Jumlah anakan rata-rata sekitar 150 per meter persegi.
  • Persentase daun rata-rata mencapai 70%.
  • Palatabilitas yang tinggi, mencapai 60% – 71,6% dari seluruh tanaman cocok untuk konsumsi sapi potong.

Sementara itu, karakteristik Rumput Gajah :

  • Panjang daun berkisar antara 16 hingga 90 cm dengan lebar 8 hingga 35 mm.
  • Berkembang melalui rhizoma yang dapat mencapai panjang 1 meter.
  • Mampu tumbuh setinggi 3 hingga 4,5 meter, dan jika dibiarkan tumbuh bebas, dapat mencapai tinggi 7 meter.
  • Akar dapat mencapai kedalaman tanah hingga 4,5 meter.

Perbedaan rumput odot dan rumput gajah dari nutrisinya yaitu, rumput gajah memiliki tingkat produksi yang tinggi, dapat mencapai 100-150 ton per hektar per tahun. Secara gizi, komposisinya mencakup 34.2% serat kasar, 19.9% bahan kering, 10.2% protein kasar, 11.7% abu, dan 1.6% lemak.

Kandungan Rumput Odot :

Kadar lemak kasar daun2.72%
Kadar lemak kasar batang0.91
Protein kasar daun14.35%
Protein kasar batang8.1 %
Digestibility daun72.68%
Digestibility batang62.56%
Protein kasar14 %
Kandungan Rumput Odot

Rumput odot memiliki keterkaitan dalam satu famili dengan rumput gajah, dan keduanya memiliki nama ilmiah Pennisetum purpureum cv Mott. Kedekatan famili ini tercermin dalam ciri fisik yang mirip meskipun terdapat perbedaan pada beberapa bagian.