Berapa Kandungan Protein Pada Rumput Odot ? Simak

Kandungan protein rumput odot dari beberapa penelitian menyebutkan antara sekitar 12-14 %. Usaha untuk meningkatkan produksi dan kualitas gizi dari hijauan pakan ternak dilakukan dengan memperkenalkan jenis hijauan unggul yang memiliki tingkat produktivitas yang tinggi. Produktivitas dan produksi hijauan pakan ternak diukur berdasarkan produksi bahan kering, sementara unsur gizi lainnya seperti kandungan protein kasar (PK hijauan) juga menjadi indikator penting.

kandungan protein pada rumput odot

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yasin, Malik, dan Nazir (2003), dapat disimpulkan bahwa variasi dalam jarak tanam memiliki dampak signifikan pada komposisi nutrisi rumput odot. Semakin besar jarak tanam, maka kadar lemak, protein, dan kecernaan rumput odot cenderung menurun. Kandungan protein pada rumput odot sekitar 17-19%, dengan TDN (Total Digestible Nutrient) hingga 64,31%, dan lignin sekitar 2,5% dari bahan kering. Temuan ini menunjukkan bahwa rumput odot, khususnya jenis Pennisetum purpureum cv. Mott, memiliki potensi sebagai hijauan pakan ternak yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Kadar Air Rumput Odot

Rumput odot merupakan pilihan yang sangat tepat untuk diberikan kepada sapi, kambing, dan domba, terutama setelah mengalami perjalanan jauh atau mengalami dehidrasi. Hal ini dikarenakan rumput odot memiliki tingkat kadar air yang tinggi, melebihi 80%. Dan kandungan protein pada bahan segarnya mencapai lebih dari 14%. Keadaan ini membantu secara efektif mengatasi dehidrasi dan sekaligus menyediakan energi dan protein dalam proporsi yang sesuai, tidak berlebihan dan tidak kurang (cukup), untuk proses rekondisi. Selain itu, tekstur rumput odot yang empuk membuat ternak dengan senang hati mengonsumsinya. Semakin banyak makanan yang dikonsumsi, semakin stabil pula cairan tubuh, sehingga proses rekondisi dapat berlangsung dengan lebih cepat.

Kandungan Rumput Odot

Rumput odot memiliki komposisi bahan kering dengan kandungan selulosa sebesar 33,72%, hemiselulosa sebesar 18,80%. Nutrisi lain berupa lignin sebesar 3,72%, dan kandungan protein pada rumput odot sebesar 12,26%. Kandungan bahan kering dalam rumput odot dengan umur pemotongan 30 hari, akan berbeda. Pemotongan pada ketinggian 0 cm dan 5 cm di atas permukaan tanah pada waktu 30 hari, masing-masing adalah 15,59% dan 15,47%.

Kegunaan Rumput Odot

Rumput odot, walaupun masih kurang dikenal oleh masyarakat, memiliki potensi yang signifikan sebagai pakan ternak sapi yang menjanjikan. Berbeda dengan rumput gajah yang umumnya dibudidayakan, rumput odot memiliki tinggi sekitar satu meter dengan rumpun yang rapat menyerupai pandan. Keunggulan utama rumput odot terletak pada efisiensi lahan, dimana satu meter persegi, rumput odot dapat menghasilkan sekitar 36kg/tahun.

Rumput odot juga lebih efisien dalam pemanfaatan seluruh bagian oleh sapi. Hampir semua bagian dapat dikonsumsi, sedangkan rumput gajah biasa hanya sekitar 60-70%. Riset menunjukan bahwa produksi segar rumput odot bahkan tidak kalah dengan rumput benggala yang mencapai 226 ton/ha/tahun. Sedangkan rumput gajah mencapai 270 ton/ha/tahun di daerah basah dengan irigasi yang baik (Reksohadiprojo, 1999). Keberadaan rumput odot menjadi pilihan yang menarik untuk pertanian pakan ternak yang lebih efisien dan berpotensi meningkatkan produksi.

Kebun Rumput Odot

Rumput Odot dapat ditanam melalui metode stek atau polls sebagai bibit. Bahan stek berasal dari batang yang sehat dan matang, dengan panjang sekitar 20-25 cm. Tiap stek mengandung 2-3 ruas atau setidaknya 2 buku atau mata. Proses pemotongan tanaman untuk pembuatan silase sebaiknya dilakukan pada fase vegetatif sebelum pembentukan bunga untuk hasil yang optimal.

Baca Juga : Cara Menanam Rumput Odot

Cara Berkebun Rumput Odot memanfaatkan lahan kosong adalah sebagai berikut:

  1. Lakukan pembersihan lahan yang akan ditanami rumput odot dengan membersihkan tanaman gulma dan semak belukar yang ada di lahan tersebut.
  2. Buatlah gundukan tanah dengan lebar sekitar 60-80 cm dan tinggi 20 cm.
  3. Selanjutnya, tanam bibit rumput odot dalam bentuk stek yang memiliki 3 ruas. Tanam 2 ruas di dalam tanah di tengah gundukan, sementara 1 ruas ditanam di luar gundukan.
  4. Pertahankan jarak antar tanaman dalam barisan sekitar 50-75 cm, dan pastikan jarak antar barisan mencapai 75-150 cm.